Profil Megawati Soekarnoputri, Pernah Menjadi Presiden RI dan Sudah Menyandang Gelar Profesor

Infonesia.id- Megawati Soekarnoputri Baru-baru ini mendapat gelar profesor dari Universitas Pertahanan (Unhan). Infonesia bakal memberikan profil tentang Megawati Soekarnoputri, yang dilansir dari berbagai sumber. Yuk disimak.

Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau yang diakrab dipanggil Mega, lahir di Yogyakarta 23 Januari 1947. Mega merupakan anak dari Presiden pertama RI, Soekarno dan Fatmawati.

Mega kecil menamatkan SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Pasca lulus SMA, Mega mengecap bangku kuliah di Fakultas Pertanian Unpad, Bandung. Namun karena situasi politik nasional tidak stabil, Mega pun tak menamatkan kuliahnya.

Selama tidak kuliah dan sang ayah turun dari jabatan sebagai Presiden, Mega aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Setelah situasi politik mulai tenang, Mega kembali melanjutkan kuliahnya di Fakultas Psikologi UI. Namun, Mega juga tidak selesai menjadi sarjana di UI.

Urusan asmara, Megawati tercatat telah menikah tiga kali, yakni pada tahun 1968 dengan seorang pilot bernama Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso, dan dikaruniai dua anak laki-laki. Suami Mega gugur saat bertugas.

Tahun 1972, Mega kembali menikah dengan diplomat Mesir, Hassan Gamal Ahmad Hasan. Pernikahan ini tidak bertahan lama.

Pada tahun 1973, Mega menikah dengan Taufik Kiemas, dan dikaruniai satu putri bernama Puan Maharani.

Untuk karir dibidang politik, Mega terkenal sangat handal. pada tahun 1986, Megawati menjadi pengurus PDI Jakarta Pusat, dan setahun berselang menjadi anggota DPR RI 1987-1992.

Pada 22 Desember 1993, Megawati terpilih sebagai Ketua Umum PDI 1993-1998. Pada tahun 1998 karena ada dua kepemimpinan PDI, PDI kelompok Mega akhirnya mengganti nama menjadi PDI Perjuangan, yang hingga saat ini dirinya masih menjadi Ketua Umum partai banteng tersebut.

Megawati pada tahun 1999-2001 terpilih menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gusdur. Dan tahun 2001, Megawati menggantikan Gusdur hingga tahun 2004.

Pada tahun 2004 dan 2009, Megawati mencalonkan diri sebagai calon Presiden, namun tidak berhasil dan yang menjadi Presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada dua periode masa kepemimpinan SBY, Megawati dan PDIP memutuskan menjadi oposisi pemerintah. Pada tahun 2014, Megawati akhirnya mencalonkan kadernya Joko Widodo dan berhasil menjadi Presiden. Saat ini Jokowi sedang menjalani jabatan Presiden RI dua periode hingga 2024.