Pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin Diprotes Warga

Infonesia.id, Medan- Komisi IV DPRD Medan mengelar rapat dengar pendapat, untuk menindaklanjuti pengaduan warga terkait pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin Medan, Senin (15/3/2021).

Pasalnya, pembangunan SPBU Shell tersebut tidak diterima warga sekitar, karena berdekatan dengan pemukiman warga, serta area kawasan tersebut terdapat perusahaan pengisian oksigen.

Salah seorang warga, Paul Alianto mengaku keberatan dengan rencana pembangunan SPBU PT Shell tersebut, karena berdampak langsung dari SPBU tersebut.

Kata Paul bahwa rencana pembangunan SPBU Shell itu tidak ada meminta persetujuan warga sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga membawa surat penolakan warga sekitar terkait rencana pembangunan SPBU Shell tersebut. Setidaknya ada 19 warga yang telah membubuhkan tandatangan surat penolakan tersebut.

“Bayangkan saja, bila bapak menjadi saya yang rumahnya berdekatan dengan rencana pembangunan SPBU Shell itu, pasti bapak menolaknya. Belum lagi di kawasan itu ada perusahaan pengisian tabung oksigen. Makanya kami kemari pak, meminta keadilan,” kata Paul.

Menanggapi hal itu, Bernardus mewakili PT Shell mengaku telah melengkapi berkas sebagai persyaratan rencana pembangunan SPBU Shell tersebut. Seperti berkas persyaratan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sedangkan, Jhon Lase mewakili Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pun membenarkan hal itu.

“Benar, IMBnya sudah kami keluarkan, karena berdasarkan peraturan, syarat-syarat untuk mengurus IMBnya sudah lengkap. Namun, bukan tidak mungkin IMB itu bisa kami anulir bila ada pemalsuan berkas,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan pihaknya belum membuat keputusan terkait masalah tersebut.

“Sepertinya, Komisi IV harus meninjau langsung ke lapangan, baru bisa membuat keputusan terkait masalah rencana pembangunan SPBU PT Shell tersebut,” ucapnya. (rom/infonesia)