2.000 Ekor Babi di Medan dan Deli Serdang Mati Mendadak

Infonesia.id, Medan- Ribuan ekor babi di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan jelang Natal dan Tahun Baru mati mendadak.

Hal itu dikatakan, Ketua Gerakan Peternak Babi Indonesia, Heri Ginting bahwa
sebanyak 2.000 ekor babi dikabarkan mati mendadak.

Diduga, hewan tersebut terpapar flu babi yang membuat para peternak rugi besar.

“Memang sudah terkonfirmasi adanya flu babi. Sehingga, dimungkinkan babi itu mati karena virus tersebut ,” kata Heri Ginting didampinggi Sutrisno Pangaribuan Pembina Gerakan Peternak Babi Indonesia.

Ia mengatakan dari informasi yang virus flu babi juga telah ada di wilayah Parlilitan (Humbang Hasundutan).

“Yang sudah konfirmasi dan ku datangi terkait flu babi ini masih cuma di Deliserdang sama Medan, tapi ada informasi bahwa Parlilitan pun sudah terpapar tapi belum ada konfirmasi pasti dari mereka,” ucap Heri, Rabu (30/11) saat sosilisasi dan tanya jawab dengan peternak di Simalingkar B.

Ia mengatakan untuk wilayah di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang hewan ternak kaki empat terpapar,yakni ; Suka Dono, Kwala Bengkala, Helvetia Karya VII, Mandala. Termasuk Simalingkar B, Gorin Tonga Pancur Batu, Tandem, Pantai Labu dan Tanjung Morawa.

Sambung, Heri akibat kematian ribuan babi itu, peternakan mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Tak hanya itu, kata Heri imbas dari.flu babi juga membuat harga daging babi di pasaran anjlok menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sedangkan, harga normal capai Rp65 ribu per kilogram.

Ia pun meminta pemerintah kabupaten dan provinsi untuk menyediakan vaksin agar kematian ternak babi ini dapat diantisipasi.

Heri juga meminta agar babi-babi yang terjangkit virus dibeli oleh pemerintah dan dimusnahkan. Jadi, peternakan tidak membuang bangkai babi di sungai atau di jalanan.

“Pemda/Pemprov Sumut membuat satu kebijakan, membeli babi-babi yang terpapar virus yang ada di masyarakat ataupun peternak, dibeli sama pemerintah dan dimusnahkan, supaya jangan mutar-mutar itu penyakit,” kata Heri.

Balai Veteriner Medan membenarkan ternak babi di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang terpapar Virus H1N1 atau flu babi. Dengan adanya temuan Balai Veteriner Medan itu, maka para peternak babi diimbau agar memisahkan hewan kaki empat yang sehat dengann yang sudah terpapar flu babi.

Kepala Balai Veteriner Medan, Azfirman mengatakan, saat ini timnya sudah mengambilan sampel hingga ke wilayah Serdangbedagai untuk memantau sejauh mana kasus flu babi di Sumut. Tujuannya tak lain sebagai upaya pertama dalam menanggulangi paparan flu babi pada ternak hewan kaki empat milik masyarakat.

“Iya dari sampel laboratorium yang sudah kita terima, bahwa benar penyakit pada ternak tersebut merupakan Virus H1N1. Saat ini kita sudah sampai di Sedangbedagai untuk mengumpulkan sampel sudah sejauh mana virus tersebut menyebar, agar ada upaya penanggulangan yang dapat dilakukan nantinya,” kata Azfirman,

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Medan, Tesra mengatakan, berdasarkan gejala yang terlihat dari 56 ekor pada hewan ternak kaki empat yang sudah mati, diduga akibat Virus H1N1. Untuk itu perlu dilakukan uji sampel laboratorium guna memastikan penyebab kematian hewan ternak kaki empat tersebut.

“Kalau dilihat dari gejalanya, memang seperti dampak paparan Virus H1N1, tapi masih kita pastikan dengan Uji Laboratorium bagaimana kebenarannya, ” kata Tesra.

Ia mengatakan setelah mendapat informasi kemunculan flu babi di Medan, pihaknya pun langsung mengedarkan surat pemberitahuan keseluruhan kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk lebih siaga terhadap Virus H1N1.

“Setelah informasi ini kami dapatkan, surat edaran ke kabupaten/kota sudah kita berikan untuk siaga akan penyakit ini,” katanya. (Rom/infonesia)