Lima Pelaku Pembacokan Pelajar di Medan Ditangkap: Karena Lawan Jadi Kami Serang

Infonesia.id, Medan- Lima pelaku pembacokan yang menewaskan pelajar Eko Farid Azam di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.201.133, Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Jumat (25/11) ditangkap.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, sebagian dari pelaku ada yang tidak sekolah, ada juga yang alumni, ada juga ketua geng motor XL (RML).

“Sementara saat pembacokan yang didahului dengan tawuran, korban saat itu sendiri,” ujar Valentino dalam rilis kasus yang digelar kepada wartawan, Minggu (27/11).

Valentino menjelaskan, kronologi berawal saat pelajar SMKN 9 Medan termasuk korban (bergabung juga sebagian dengan alumni), melakukan penyerangan di sekolah Eka Prasetya Kecamatan Medan Helvetia.

“Di Sekolah Eka Prasetya terjadi aksi saling lempar, ada juga yang menggunakan panah. Karena kalah jumlah, pelajar SMKN 9 Medan melarikan diri dan berpencar,” ucapnya.

Valentino mengatakan, saat berpencar korban dan temannya hendak mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Saat bersamaan, kubu lawan mendapati korban dan temannya (dalam hal ini musuh mereka) sedang mengantre di salah satu pom bensin.

“Kubu lawan mengejar. Terjadilah penganiayaan, korban dibacok dan meninggal di lokasi kejadian,” ucapnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi, tim yang dibentuk kemudian mengejar para pelaku. Valentino memastikan, sejak Sabtu Subuh tim gabungan terdiri dari Satreskrim Polrestabes Medan, Polsek Sunggal dibantu Polda Sumut sudah berhasil membekuk satu tersangka yang merupakan pelaku utama berinisial P.

“Kita kembangkan, 4 pelaku masing-masing berinisial RML, KS, JS dan AN berhasil ditangkap. Hasil penyelidikan yang kita lakukan ditemukan celurit miliki pelaku, ikat pinggang, seragam sekolah dan lainnya,” paparnya.

Ia imenyebutkan, dari hasil monitoring IT (Informasi Teknologi), geng ini diketahui sudah berjanji untuk melakukan tawuran, hingga akhirnya menyebabkan jatuhnya korban.

Juga, kata Valentino bahwa otak pelaku tersebut berinsial RML merupakan mantan anggota geng motor SL.

Tak hanya itu, RML merupakan mantan pelajar dari Yayasan Eka Prasetya, tapi putus sekolah saat SMP.

Diketahui SMA Eka Prasetya sempat tawuran melawan SMK N 9.

Saat tawuran massa dari SMK N 9 kalah dan mundur. F bersama kawannya pun menyempatkan waktu untuk mengisi BBM di SPBU Jalan Kapten Sumarsono, pada Jumat (25/11).

Valentino menjelaskan ternyata dari kubu SMA Eka Prasetya ada yang masih mengejar pakai senjata tajam sehingga terjadilah penganiayaan.

Diketahui, SDA sebagai tersangka utama yang berperan membacok korban dengan celurit. RML berperan menganiaya korban. KES, JSS, dan ALN membawa, menyimpan, dan membuang celurit.

Sementara itu, dua dari lima tersangka (P dan SDA) mengaku baru kali ini mereka menghilangkan nyawa orang.

“Kami tidak mengenal korban. Karena lawan, jadi kami serang,” katanya.

Kelimanya dikenakan Pasal 170 ayat 3 subs 351 ayat 3 dari KUHPidana, yang secara bersama- sama melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian orang lain. (Rom/infonesia)