AHY Main Margala di Danau Toba, Apa Itu?

Infonesia.id, Toba- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) benar-benar takjub dan kagum saat menginjakkan kakinya di Desa Lintong Nihuta.

Saat tiba dikawasan tersebut, AHY disambut “tor-tor” tarian tradisional daerah Toba, AHY juga melihat permainan Margala.

Melihat menariknya permainan AHY ikut permainan tradisional Margala itu berbaur bersama dengan anak-anak sekitar. Sambil berlari, suami dari Annisa Pohan ini menikmati permainan tradisional dihiasi keindahan Danau Toba.

Founder Overlanding Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu bermain margalah bersama masyarakat sekitar, Sabtu (24/9) di Pantai Pakkodion, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, kawasan wisata Danau Toba.

Permainan yang diikuti AHY bersama anak-anak Toba ialah merupakan sebuah permainan tradisional yang sering dilakukan warga lokal.

AHY membaur bersama masyarakat sekitar dan para peserta Jambore Otomotif Indonesia (JOI), memainkan permainan margalah dan marjalengkat, engrang, tarik tambang, fotografi, pagelaran seni tradisional, dan game outbond.

Kegiatan Jambore Otomotif Indonesia telah digelar sejak Jumat hingga Minggu (23-25 September 2022). Event ini terlaksana atas gagasan Komunitas Overlanding Indonesia Sumatera Utara.

Overlanding Indonesia didirikan sebagai komunitas pecinta alam dan peduli kemanusiaan, yang diketuai Renville Antonio.

Sebanyak 52 komunitas motor dan mobil serta 866 peserta terlibat untuk menyemarakkan kegiatan tersebut.  Founder Overlanding Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap kegiatan ini bisa mengeksplore wisata Indonesia.

“Bisa menjadi trigger (pemicu) bagi penggemar touring, traveling, penulis dan fotographer untuk turut mengeksplore keindahan wisata di Indonesia khususnya Sumatera Utara ,” ungkap AHY.

Dari catatan yabg diperoleh Margala merupakan salah satu jenis permainan anak yang dilakukan oleh anak-anak Suku Batak di daerah Kawasan Danau Toba. Bagi masyarakat Batak, permainan ini juga dikategorikan sebagai salah satu jenis olahraga tradisional yang hingga kini masih dilestarikan keberadaannya. (Rom/infonesia)