Diduga Rusak Hutan Lindung di Konawe Utara, Polda Sultra Harus Tangkap Pemilik Alat Berat

Infonesia.id, Konate Utara– Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) diminta untuk menangkap dan memproses hukum pemilik 28 unit alat berat yang telah diamankan oleh Polda Sultra, pada 28 Agustus 2022 lalu.

Puluhan alat berat tersebut diamankan karena diduga melakukan penambangan di areal Hutan Lindung (HL) di Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo mengatakan, pengamanan 28 alat berat oleh Polda Sultra merupakan capaian yang patut diapresiasi.

Akan tetapi, pihaknya juga menyarankan, agar tak hanya alatnya saja yang diamankan oleh pihak kepolisian melainkan pemilik puluhan alat tersebut juga harus segera diamankan untuk selanjutnya di proses sesuai aturan yang ada.

“Kami sangat apresiasi kinerja Polda Sultra perihal pengamanan 28 alat yang diduga merambah hutan lindung di wilayah Kabupaten Konawe Utara. Namun saran kami agar tak hanya alatnya saja yang diamankan tetapi pemiliknya juga harus diamankan dan di proses hukum,” kata Hendro Nilopo saat ditemui di salah satu hotel di Kota Kendari, kemarin (9/9/2022).

Selain itu, Hendro juga mengingatkan, bahwa pemberantasan praktik penambangan ilegal dan perusakan hutan menjadi salah satu prioritas bapak Kapolri yang telah diinstruksikan kepada seluruh jajarannya.

“Seingat kami penindakan dan pemberantasan praktik ilegal mining dan perusakan hutan menjadi salah satu prioritas pak Kapolri dan telah diinstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk dijalankan,” terang aktivis asal Konawe Utara itu.

Oleh karena itu, pihaknya kembali menyampaikan agar Polda Sultra segera menangkap pemilik puluhan alat berat yang diduga menggarap di dalam kawasan hutan lindung di wilayah Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.

“Berdasarkan informasi, alat tersebut diduga milik PT. DMS 77. Artinya jelas bahwa pimpinan PT DMS 77 seharusnya ditangkap dan di proses hukum,” pungkasnya. (Ram/infonesia)