Pengakuan Mantan Pilot Kepresidenan: Megawati Pernah Melandingkan Pesawat

Infonesia.id– Megawati Soekarnoputri adalah Ketua Umum PDI Perjuangan dan mantan Presiden Republik Indonesia. Namun tak banyak yang mengetahui, ternyata Megawati juga mempunyai kebiasaan yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Hal ini diungkapkan oleh mantan Pilot Kepresidenan Agus Sudarya. Putri Presiden pertama Indonesia Bung Karno tersebut, sering duduk di dalam ruang kokpit pesawat Hercules A-1341.

Namun ada momen yang selalu diingat oleh Agus, dimana saat itu dia bertindak sebagai pilot penerbangan kenegaraan dengan rute Jakarta-Bali dan Bali-Madiun.

Saat rute Bali-Madiun, Megawati yang duduk di belakang pilot, meminta untuk duduk di kursi co-pilot. Permintaan itu dilontarkan Mega ketika berada di ketinggian 1.500 di atas permukaan laut. Agus yang mendengar permintaan itu hanya melontarkan kata siap.

“Pada saat itu di ketinggian 1.500 Ibu (Megawati) nepuk tangan kanan saya, ‘Mas boleh enggak saya duduk di tempat duduk sebelah kanan, co-pilot’. Saya menjawab, ‘siap, laksanakan’,” ucap Agus di siaran YouTube PDI Perjuangan, Minggu (23/1/2022).

Megawati, lanjut  Agus, disebut cukup fasih berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara. Hal itu dibuktikan ketika berada di atas langit Bali, Megawati sendirilah yang melakukan kontak dengan petugas.

“Saat ketinggian 7.000 feet, beliau kontak Bali control. Bali control this is Alpa 1341, Go Ahead kata Bali control,” jelasnya.

Selepas hal itu, seluruh Pilot maskapai lain yang berada di frekuensi komunikasi dibuat kaget. Sebab, co-pilot pesawat kepresidenan merupakan seorang perempuan.

Tanpa basa basi, Agus meminta para maskapai mendengarkan ulang itu suara dari siapa. Tak lama dari instruksi tersebut, kata Agus, seluruhnya dengan kompak mengucapkan Merdeka. “Semua maskapai penerbangan yang mendengar di frekuensi tersebut mengatakan merdeka, ibu merdeka, presiden merdeka. Setelah itu ibu bilang, terima kasih,” katanya.

Lalu Agus berpikir, Megawati tak sampai tuntas mendampinginya mengawaki pesawat. Namun, dugaannya keliru, sampai dengan mendarat di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, Ketua Umum PDI Pejuangan itu tetap berada di sampingnya.

“Ibu sampai landing, dan ibu melandingkan pesawat. Itu kebanggaan sangat tinggi bagi diri saya. Karena beliau sebagai pemimpin tetapi bisa menerbangkan pesawat yang cukup besar. Tak terlupakan sama saya, historical,” tutupnya.