Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko Dicopot, Kasus Dugaan Terima Suap dari Bandar Narkoba Jalan Terus

Infonesia.id, Medan– Kombes Pol Riko Sunarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolrestabes Medan dari jabatannya usai diduga menerima uang suap senilai Rp300 juta dari bandar narkoba.

Pencopotan itu disampaikan langsung Kapolda Sumatra Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (21/1) malam.

“Saya perlu sampaikan untuk pemeriksaan objektif. Terhitung hari ini saya menarik Kapolrestabes Medan untuk melanjutkan proses pemeriksaan di Polda Sumut. Penarikan ini agar pemeriksaan berjalan dengan objektif serta transparan, dan independen,” kata Panca.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra mengatakan Kombes Aria Fahmi bakal menjadi Plh Kapolrestabes Medan. Aria Fahmi merupakan Irwasda Polda Sumut.

“Pelaksana tugas sehari hari, pimpinan sudah memberikan arahan agar ditunjuk plh dan terhitung hari ini saya menunjuk Irwasda Polda Sumut Kombespol Aria Fahmi selaku Plh Polrestabes Medan,” kata Panca.

Panca menjelaskan bahwa dalam kasus ini ada tiga perkara yang terus didalami Polda Sumut, antara lain penggelapan dana Rp650 juta, narkotika dan uang suap sebesar Rp300 juta.

“Semua ketiga perkara ini berdasarkan kode etik profesi Polri sudah disidangkan,” tegas Panca.

Dalam kasus ini ada lima personel Satnarkoba Polrestabes Medan didakwa mencuri atau menggelapkan uang sebesar Rp650 juta hasil penggeledahan dari rumah bandar narkoba Jusuf alias Jus.

Mereka adalah Marjuki Ritonga, Dudi Efni, Matredy Naibaho, Bripka Rikardo Siahaan, dan Toto Hartono. Uang mereka bagi-bagi berdasarkan kesepakatan.

Rinciannya, Matredy Naibaho Rp200 juta, Rikardo Siahaan Rp100 juta, Dudi Efni Rp100 juta, Marjuki Ritonga Rp100 juta, Toto Hartono sebesar Rp95 juta, dipotong uang posko Rp5 juta. Kepada AKP Paul Simamora, terdakwa Rikardo Siahaan mengaku mengambil Rp50 juta sebagai uang rokok.

Mulanya terungkap ketika istri dari bandar narkoba, yakni Imayanti menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri Medan. Dia menyebut telah memberikan Rp300 juta agar perkara dihentikan.

Dalam sidang, terdakwa Bripka Rikardo Siahaan lalu menjelaskan bahwa uang telah dibagi-bagi ke pejabat di lingkungan Polrestabes Medan.

Saat ini Riko masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan Divisi Propam Mabes Polri, dan Bidang Propam Polda Sumut terkait dugaan kasus suap dari Imayanti, istri dari bandar narkoba berinisial Jus. (rom/infonesia)