Viral Video Nominal Isi Amplop Undangan Pesta Nikah Dibacakan Pakai Mic, yang Nyumbang Rp 1 Juta Bisa Minder Dengarnya

Infonesia.id- Baru-baru ini viral video aksi seorang pria sedang mengumumkan isi amplop para undangan usai pesta pernikahan.

Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @jodohmuuu_hehe, tampak sejumlah orang sedang berkumpul di sebuah lokasi hajatan.

Mereka menyaksikan acara pembacaan nominal sumbangan pernikahan yang diberikan oleh para tamu. Tampak juga di tengah-tengah mereka sebuah wadah yang berisi tumpukan uang tunai.

Dalam video itu, tampak seorang pria membacakan jumlah sumbangan dengan memakai pengeras suara. Saat itu, sumbangan yang disebutkan jumlahnya mencapai 1 miliar rupiah.

“226 juta + tanah 1 hektare + 1 ekor sapi,” bunyi keterangan dalam video tersebut.

“Adat orang galeso kalau acara sudah selesai saatnya bongkar isi undangan semua tamu lalu diucap satu persatu pakai mic, ini salah satu isi undangan 1 orang tamu saja mencapai 1 miliar,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan di video, diketahui bahwa menurut kebiasaan setempat setiap kali selesai acara amplop sumbangan akan dibuka dan dibacakan satu-satu nominalnya.

“Yang isi undangannya 1 juta sampai 10 juta kena mental wkwkwk. Adat orang galesong memang gini guys, kalau acara selesai undangan dibuka satu persatu lalu disebut jumlah isi undangannya pakai mic secara terang-terangan,” tulisnya dalam video itu.

“Jadi bukan uang panai yaa ini uang pa solo,” pungkasnya.

para warganet lantas menuliskan beragam tanggapan. Beberapa dari mereka menyoroti jumlah sumbangan yang sangat besar.

Ada juga beberapa warganet yang kurang berkenan melihat aksi tersebut.

“Siap nikah, auto jadi sultan,” komentar salah seorang warganet.

“Balikinnya matilah aku joo,” sahut warganet lain.

“Terlalu pamer, kan itu hanya adat, bukan sunah,” tulis salah satu warganet.

“Ini isi amplop undangan kak,” sahut warganet lain.

“Lah kalau yang isinya sedikit kaya gimana itu?” ujar salah satu warganet.

“Jadi kalau dapat amplop yang isinya sekitar 10 juta ke bawah nggak dibacakan?” sahut warganet lain.

“Tetap dibaca,” ujar pengunggah video.