Tergiur Gaji Rp 12 Juta Sebulan, Empat Gadis Asal Jawa Barat Nangis-nangis Minta Pulang Karena Jadi Pemandu Lagu Karaoke di Papua

Infonesia.id- Dijanjikan gaji sebesar Rp 12 juta sebulan, empat gadis muda asal Jawa Barat malah hadapi kenyataan berbeda.

Sesampainya di lokasi kerja, di daerah Paniai, Papua, keempatnya malah dipaksa bekerja menjadi pemandu lagu (PL) di sebuah tempat karaoke.

Akibatnya, para gadis malang tersebut menangis-nangis, meminta pulang.

Beruntung, keempat korban yang masih di bawah umur dengan usia kisaran 14 tahun ini sudah berhasil pulang ke keluarga masing-masing, setelah dijemput dari Bandara Soekarno-Hatta.

Marni (33), ibu dari salah satu korban menceritakan kronologi kejadian anak gadisnya hingga bisa terbang ke Papua dan bekerja sebagai PL di sana.

Diawali pada 1 Juli 2021, saat seorang teman anaknya berinisial D datang ke rumah kontrakan mereka di Kelurahan Bojongsari. Oleh temannya, putrinya kemudian diajak pergi bermain setelah meminta izin kepadanya, dan hal ini tidak dicurigai Marni.

“Temannya itu teman baru kenal, diajak main terus dibawa ke rumah orang yang menyalurkan anak saya ke Papua,” ujar dia.

Sejak saat itulah, putrinya menghilang tanpa kabar. Bahkan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.

Marni baru mendapat kabar putrinya 2 hari setelahnya, dimana saat itu sang anak mengabari bahwa dirinya sudah berada di Surabaya dan diperkerjakan di kedai kopi. Mendengar kabar ini, Marni spontan terkejut dan langsung meminta anaknya kembali pulang.

Tapi apa daya, mereka kembali putus komunikasi. Dan begitu anaknya kembali memberi kabar, tahu-tahu putrinya yang masih duduk di kelas 3 SMP itu sudah di Papua, dan dia menjelaskan pekerjaannya dan menangis-nangis minta pulang.

“Karena anak saya kan gak mau kerja begitu, tidak sesuai dengan yang diinginkannya, anak saya nangis-nangis minta dipulangkan,” kata Marni.

Marni lantas melaporkan kejadian ini ke polisi, bahkan sampai meminta bantuan pemerintah daerah.

“Buat bapak polisi, buat ibu bupati, buat siapa saja tolong bantu biar anak saya pulang,” ucap Marni sebelum bertemu kembali dengan putrinya.

Bersyukur, permintaan Marni terkabulkan. Putrinya bersama tiga korban lain berhasil dipulangkan, bahkan para polisi juga sudah mengamankan para tersangka di balik aksi perdagangan orang ini.

Sebanyak 4 tersangka diamankan polisi. Tiga diantaranya, yakni R (17), DS (21), dan GHN (22), yang merupakan warga Kecamatan Sukagumiwang ditangani oleh Polres Indramayu.

Sedangkan satu pelaku lain, HH (32) warga Kabupaten Bangkalan, ditangani Polres Paniai.

“Kita masih perlu melakukan pendalaman lebih dahulu dan orang-orang ini sedang kita periksa,” kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif, saat dikonfirmasi, Senin (16/8).

sumber: tribunnews.com