Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Petisah Ngeluh Kena Imbas PPKM: Tidak Ada Satu pun Pembeli yang Datang

Infonesia.id, Medan– Pasca pengumuman yang dilakukan Presiden Jokowi yang memperbolehkan pedagang kembali berjualan terutama para pedagang diluar kebutuhan bahan pokok disambut baik sejumlah pedagang di Medan.

Namun, para pedagang berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada para pedagang terutama bantuan karena hingga kini PPKM Darurat masih diperpanjang. Semuanya,tidak terlepas daya beli masyarakat masih minim.

Ini disampaikan, para pedagang di Pasar Petisah Lantai II yang berjualan pakaian bekas (monza) ,Rabu (21/7/2021).

“Baru hari ini kami bisa berjualan, tapi tidak ada satu pun pembeli yang datang. Masih sepi, kalau bisa kami ini diperhatikan secara serius oleh pemerintah,” kata sejumlah pedagang.

Ermina salah satu pedagang tas bekas berharap adanya bantuan untuk para pedagang.

“Kami ini berjualan dapat hari ini untuk makan hari ini juga. Belum lagi berbagai iuran dari PD Pasar Medan yang akan kami tutupi kalau bisa pemerintah memberikan solusi yang terbaik kepada pedagang,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa solusi yang diberikan tidak seperti sistem yang sudah berjalan. “Kita baca bantuan itu diberikan hanya untuk yang sudah terdaftar yang namanya BLT atau apa pun. Sementara, kami itu tidak terdaftar karena disini selain para pekerja yang digaji harian juga kami pemilik toko sebagian bukan warga Medan,” katanya.

Kata warga Binjai tersebut pihaknya sangat berharap bantuan pemerintah tersebut tepat sasaran dengan melakukan survei langsung ke lapangan.
“Kami yang merasakan dampak luar biasa, kenapa sih tidak ada tim turun melakukan pendataan yang turun ke kemari jadi kami tidak lagi kesulitan ditengah PPKM Darurat ini,” harapnya.

Harapan yang sama juga dikatakan, Taufik pemilik toko Arsyifa sangat berharap adanya bantuan. “Yang kita maunya adalah bantuan pemerintah jangan pakai data-data birokrasi sudah terdaftar atau apalah istilahnya. Segera turunkan tim ke lapangan lakukan survei saja lalu berikan bantuan. Karena kami semakin sulit jualan,” katanya.

Sedangkan, Mesrawati Telaumbanua juga sangat berharap adanya stimulus bantuan dari pemerintah. “Kami tidak tahu yang namanya BLT, PKH atau bantuan selama massa pandemi Covid-19 saat karena tidak pernah mendapatkannya kecuali bantuan beras Pemko Medan.

“Kalau bisa Presiden Jokowi atau Ibu Risma sebagai Menteri Sosial bijak saja mengambil solusi, silakan data jumlah pedagang disini lalu berikan bantuan secara langsung atau mekanisme lainnya. Jadi kami bisa merasakan hadirnya pemerintah ditengah pandemi Covid-19 atau PPKM Darurat ini. Jangan mengeluarkan aturan tanpa solusi, sementara kami butuh uang untuk makan dan lainnya,” katanya.

Dari amatan wartawan di kawasan tersebut umumnya pedagang masih ketakutan berjualan sehingga yang berjualan saat itu hanya sekitar 30 persen yang sudah berjualan. (rom/infonesia)