Deport Air Minum Isi Ulang di Medan Menjamur, Dinkes Harus Lakukan Pengawasan Ketat

Infonesia.id, Medan- Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, mendesak agar Dinas Kesehatan Kota Medan dapat melakukan pengawasan terhadap depot air minum isi ulang di Kota Medan.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Medan ini mengungkap dengan jumlah 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan, jumlah depot air minum isi ulang mencapai ribuan depot.

“Harus dipahami bersama persoalan ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jadi kualitas air minum harus benar-benar terjamin. Pengawasan ketat terhadap aktivitas usaha depot air isi ulang wajib dilakukan. Selain untuk memastikan kesehatan air minum yang dikonsumsi masyarakat benar- benar layak untuk dikonsumsi. Jadi dengan pengawasan tersebut untuk mengetahui kalau ada depot yang beroperasi tanpa izin,” kata Robi Barus saat pelaksanaan Reses Masa Sidang III Tahun II, Selasa (11/5/2021) di Jalan Laboratorium, Medan Barat.

Sebelumnya dalam reses ini Beti Sembiring, warga di Kel.Silalas mempertanyakan sistem pengawasan depot air isi ulang yang marak di Kota Medan.

“Sekarang ini banyak hadir depot air isi ulang ada di setiap lingkungan. Belum lagi yang keliling jualan air, apakah ini sudah diawasi ,” ucapnya.

Robi Barus pun memberikan apresiasi atas pertanyaan tersebut. “Selama saya sebagai anggota DPRD Medan serta sering melakukan reses baru ini pertanyaan yang sangat bagus. Apa yang ibu pertanyakan ini menjadi bahan masukan kami,” kata Robi.

Sambung Robi, bahwa pihaknya selama ini tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme pengisian air isi ulang tersebut termasuk pengawasan Dinkes Kota Medan.

“Sumber air yang didapatkan ini sampai sekarang belum kita ketahui apakah murni dari sumber mata air atau jangan -jangan dari air bor langsung.Jika dari air bor atau sumber lainnya sudah sangat jelas kadar besinya tinggi ini sangat berbahaya.Dan sebaliknya bila dari sumur bor harus membayar retbusi karena ada aturannya sebaliknya bila dari mata air kita pertanyakan juga karena di Medan tidak ada mata air.Dan yang perlu kita sampaikan tingkat pengawasan dari Dinkes Medan bagaimana karena ini menyangkut persoalan kesehatan masyarakat juga,” ucapnya.

Tidak hanya persoalan tersebut, sejumlah warga juga mengeluhkan akan persoalan infrastruktur dan drainase. (rom/infonesia)