Sejarah Kapal Selam, Kenali Fungsi, Jenis-jenis dan Prinsip Kerjanya

Infonesia.id- Masyarakat Indonesia sangat merasakan kehilangan dengan gugurnya para prajurit TNI AL yang bertugas di KRI Nanggala 402, yang diketahui mengalami musibah di Perairan Bali.

KRI Nanggala 402, merupakan kapal selam buatan Jerman yang dimiliki oleh Indonesia. Infonesia bakal mengulas sejarah, Fungsi, dan juga jenis-jenis kapal selam yang dilansir dari berbagai sumber. Yuk disimak.

Sejarah kapal selam

Penemu kapal selam pertama di dunia adalah Cornelis Drebbel. Cornelis pertama kali membuat kapal yang bisa tenggelam di air. Pada saat itu Cornelis masih menggunakan perahu dayung yang mempunyai kedalaman 4,5 meter dan telah dilapisi kulit.

David Bushnell juga pernah membuat kapal selam untuk kebutuhan perang kemerdekaan AS. Para ahli pun mulai melakukan penelitian, untuk mengembangkan kapal selam. Nah, pada awal abad ke 20, para ahli akhirnya menemukan kapal selam yang memiliki tenaga diesel.

Seiring berjalannya waktu juga ditemukan kapal selam bertenaga baterai sebagai energinya. Kapal selam ini digunakan pada perang dunia I, dan perang dunia II. Yang menghebohkan pada tahun 1954, Angkatan Laut AS memperkenalkan kapal selam dengan tenaga nuklir. Kapal selam ini diberi nama USS Nautilus.

Nah, Indonesia ternyata tak kalah hebat dengan negara Amerika maupun Eropa lainnya. Indonesia berhasil membuat kapal selam atas kerjasama dari PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, yang merupakan perusahaan asal Korea Selatan.

Kapal selam yang diberi nama Alugoro, disetting bisa melaju hingga kedalaman 300 meter.

Fungsi kapal selam

Selain sebagai alat tempur dalam militer, kapal selam juga berfungsi untuk penelitian alias riset ilmu pengetahuan. Kapal selam juga bisa digunakan sebagai wisata bawah laut.

Jenis-jenis kapal selam

Berdasarkan tenaga penggerak, kapal selam dibedakan menjadi tiga jenis yakni kapal selam nuklir, kapal selam diesel elektrik, dan kapal selam engineless.

Sementara berdasarkan fungsinya, kapal selam dibagi dalam dua jenis yakni kapal selam militer, dan kapal selam non militer.

Di zaman dengan teknologi sekarang ini, kapal selam pun juga dilihat dari tipe kapal. Ada kapal selam dengan peluncur rudal balistik, kapal nuklir pembawa rudal balistik, kapal selam diesel, dan kapal nuklir.

Apa aja yang ada di kapal selam

1. Tank pemberat

Tangki besar alias tank pemberat dibutuhkan untuk menyelam, yang kemudian tangki tersebut bakal terisi air yang membuat kapal menjadi berat. Jika mengapung, tangki akan berubah fungsi menjadi udara, sehingga kapal selam menjadi ringan.

2. Mesin dan baling-baling

Mesin kapal selam bertenaga membutuhkan bahan bakar, sementara itu baling-baling berfungsi agar kapal bergerak melalui air.

3. Radar

Radar digunakan untuk mengukur dan mendeteksi jarak objek di sekitar kapal.

4. Periskop

periskop berfungsi untuk melihat keadaan di sekitar kapal

5. sonar

Sonar adalah perangkat semacam radar yang mendeteksi objek lewat gelombang suara.

Prinsip kerja kapal selam

Prinsip kerja kapal selam memakai hukum Archimedes. Hukum Archimedes adalah suatu benda bisa melayang di dalam air jika besar gaya apung benda tersebut sama dengan berat benda.

Yang harus diingat, kapal selam bakal hancur dan pecah jika menyelam terlalu dalam. Pasalnya, semakin dalam objek masuk ke dalam air, maka tekanan hidrostatisnya semakin besar juga. Inilah yang menyebabkan kapal tidak seimbang.