Sejarah PO Haryanto, Rutin Bawa Karyawan Menjalankan Ibadah Haji dan Umroh

Infonesia.id- Bagi anda pecinta bus atau yang biasa dikenal sebagai bus mania, tentu tidak asing lagi dengan PO yang satu ini. Yap, namanya adalah PO Haryanto. Perusahaan otobus antar kota antar provinsi dan pariwisata ini, sudah lama mengaspal di lintasa Pulau Jawa.

Infonesia memberikan informasi sejarah tentang bus PO Haryanto, yang dilansir dari berbagai sumber. Yuk disimak.

PO Haryanto memiliki kantor pusat di Kudus, Jawa Tengah. Pendirinya bernama H Haryanto. H Haryanto dilahirkan dari keluarga buruh tani, dan bercita-cita menjadi TNI sejak masih kecil. Karena cita-citanya yang kuat, H Haryanto merantau ke ibukota dan mendaftar sebagai calon anggota TNI.

Impian H Haryanto pun terwujud. Tahun 1979, dengan tekat yang tinggi H Haryanto berhasil masuk kesatuan TNI Angkatan Darat. H Haryanto saat itu bertugas di Tangerang, dan memiliki tugas sebagai sopir yang membawa alat pertahanan, bahan makanan, dan bahan bakar.

Pada saat itu H Haryanto bergaji Rp 18 ribu/bulan. Dengan gaji yang pas-pasan, H Haryanto nekat melamar dan menikahi kekasihnya pada tahun 1982. Karena kebutuhan keluarga semakin meningkat, dan gaji tak bisa menopang kebutuhan bulanan, H Haryanto memutuskan untuk menjadi supir angkot selepas dari dinas.

Dengan modal tak lebih dari Rp 1 juta, H Haryanto akhirnya membeli satu unit angkot, yang dibawanya sendiri mencari sewa, usai pulang berdinas. Bahkan tahun 1990 an, dirinya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai perwakilan bus Sumber Urip.

Tahun 1990 an juga, dirinya berhasil membuka showrom khusus jual-beli angkot di Tangerang. Puncaknya terjadi pada tahun 2002, pada saat itu H Haryanto berusia 43 tahun, dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari prajurit TNI, dan memilih untuk menjadi pengusaha.

Dirinya melakukan pinjaman ke bank senilai Rp 3 Miliar, dan langsung mendirikan perusahaan otobus, dan uang pinjaman tersebut digunakan untuk membeli 6 unit bus.

Rute awal bus Haryanto adalah Cikarang-Cimone. Namun, karena sewa sepi, dirinya memutuskan untuk mengubah trayek busnya ke Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati, Jakarta-Jepara. H Haryanto bahkan mengubah kelas busnya menjadi eksekutif.

Dari hasil kerja keras, kini PO Haryanto telah memiliki 100 unit lebih bus, dan sudah banyak trayek yang dijalani PO Haryanto di Pulau Jawa.

Ada yang menarik dari PO bus ini. Yakni para crew yang bekerja di PO Haryanto selalu diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji maupun umroh. Tradisi ini selalu dipertahankan. Selain itu, hasil dari uang tiket penumpang, selalu disumbangkan untuk yang membutuhkan sebesar 2,5 persen.

Ciri khas yang lain dari PO Haryanto adalah, selalu berhenti ketika penumpang dan para crew melaksanakan sholat. Untuk bodi busnya, ada yang memiliki stiker Menara Kudus, yang berarti PO Haryanto berasal dari Kudus. Kemudian ada stiker shalawat Nabi di bagian busnya. Kemudian untuk keluaran terbaru, terdapat gambar wayang kulit cukup besar.

Itu dia tadi, sejarah singkat tentang PO Haryanto, semoga bermanfaat. Terima kasih.